jama'ah satariyyah wa nufusiyyah bisa menambahkan artikel atau info di email : satariyyahklenteng@gmail.com

Sabtu, 20 Agustus 2011

MAQOMAT ZIKIR

Oleh :
Isa Al-Anshoriy Nor Muhammad Ar-Rusni Ibnu Matarja Ibnu Abdurrohim Ibnu Nur Khoyzin Umbulsariy Al-Madyuni


Ada tiga tahapan dalam zikir yaitu yang pertama Penyucian diri menjalankan pertaubatan dengan sepenuhnya, menjalankan perintah Allah dan Rosul, menjauhi laranganNya. Taat kepada Allah, Rosulullah SAW, ulama’, kedua orang tua, guru spiritualnya dan yang terahir pada umara’(pemerintah).

Didalam proses tahap penyucian hingga sampai ahkir hayatnya adalah menjalankan shalat maktubah dan sunah-sunahNya. Seorang salik dalam menempuh jalanya hingga sampai pada ma’rifat tu Allah bergantung pada tahap penyucian diri. Inti dari tahap penyucian diri yaitu kesempurnaan dalam menjalankan shalat maktubah beserta sunah-sunahNya.

Tahap yang kedua adalah konsentrasi dalam berzikir, rajin dan istiqomah dalam mengamalkan zikir yang sudah diajarkan. Zikir yang sebanyak-banyaknya pada waktu pagi, sore dan sepertiga malam. Ada zikir yang jahr ada yang sirr,dan khofi tiada hari tanpa berzikir pada Allah, konsentrasi penuh pada zikir ketika kita mendengar, melihat dan berkata-kata. Sehingga kita merasakan ketika kita bekata-kata dan berbuat sesuatu di lihat, di dengar dan di ketahui oleh Allah  SWT. Puncak konsentrasi zikir adalah tiada merasakan sesuatu apapun.

Minggu, 07 Agustus 2011

METODE DZIKIR PADA SPIRITUAL THARIQAH SATARIYYAH WA NUFUSIYAH

Oleh :
Isa Al-Anshoriy Nor Muhammad Ar-Rusni Ibnu Matarja Ibnu Abdurrohim Ibnu Nur Khoyzin Umbulsariy Al-Madyuni

            Sebelum membicarakan tentang konsep metode zikir,terlebih dahulu kami menyampaikan suatu ungkapan yang berkenaan dengan masalah tentang Nur Muhammad. Teori Nur Muhammad salah satu topik dalam wacana tasawuf yang telah di kaitkan dengan proses terjadinya alam yaitu alam makro dan alam mikro.

Firman ALLAH : “WARABBUKA AL-GHONIYYU ARRAHMATI” (Dan Tuhan mu maha kaya lagi mempunyai rohmat). Dari rohmat Nya inilah Abdurrouf berpendapat bahwa Allah menciptakan alam berdasarkan pengetahuanNya di zaman azali. Abdurrouf pecaya bahwa yang di ciptakan pertama kali oleh Allah adalah Ruh Nabi Muhammad SAW, berdasarkan pandanganya ini pada perkataan Nabi SAW ketika di tanya oleh sahabat nya Jabir
“wahai jabir, sesungguhnya sebelum Allah menciptakan segala sesuatu apapun Allah telah menciptakan cahaya Nabi mu dari cahanya, lalu dia menjadikan cahaa tersebut berputar-putar dengan kuasa sekehendakNya dan pada saat itu belum ada lauh (lembaran) pena, surga, neraka, malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, jin ataupun manusia. Maka tatkala Allah hendak menciptakan makhluqnya yang lain, Dia membagi cahayanNya tersebut menjadi empat bagian dari bagian
1.      dia menciptakan pena,
2.      kedua lauh (lembaran),
3.      bagian ketiga ‘arsy(singgah sana),
4.      kemudian bagian keempat di bagi menjadi empat bagian di bagian
a.       pertama dia menciptakan “Hamalah Al-‘arsy” (para penyangga singgah sana)
b.      dari bagian kedua kursi dan
c.       bagian ketiga seluruh malaikat
d.      kemudian bagian keempat dari bagian ini di bagi pula menjadi empat bagian    
1)      dari bagian pertama Dia menciptakan langit
2)      bumi

Selasa, 02 Agustus 2011

Jadwal Imsakiyah Madiun dan Sekitarnya 1432H / 2011M

Tgl
Imsak
Shubuh
Dhuha
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya’
1 Ramadhan
04:18
04:28
06:06
11:42
15:04
17:37
18:48
2 Ramadhan
04:18
04:28
06:06
11:42
15:04
17:37
18:48
3 Ramadhan
04:18
04:28
06:05
11:42
15:04
17:37
18:48
4 Ramadhan
04:18
04:28
06:05
11:42
15:04
17:37
18:48
5 Ramadhan
04:17
04:27
06:05
11:42
15:04
17:37
18:48
6 Ramadhan
04:17
04:27
06:05
11:42
15:03
17:37
18:48
7 Ramadhan
04:17
04:27
06:04
11:42
15:03
17:37
18:48

Kamis, 28 Juli 2011

SEKILAS TENTANG SPIRITUAL TAREKAT SATARIYYAH WA-NUFUSIYYAH

Oleh :
Isa Al-Anshoriy Nor Muhammad Ar-Rusni Ibnu Matarja Ibnu Abdurrohim Ibnu Nur Khoyzin Umbulsariy Al-Madyuni

Tharekat berasal dari bahasa arab ATTORIQOTU (THOROIQU). Jalan (cara), suatu bimbngan rokhaniyah cara jalan menuju allah untuk mencapai ketaatan dan menjalankan perintah dan menjauhi larangan allah dan Rosulullah. Satariyyah diambil dari nama guru mursyid yang mashur yaitu pendiri thariqoh satariyyah di sebut Abdullah Assatar( w,1429).

Satariyyah dari bahasa arab satoro-yasturu (aling-mengalingi) Assitarou(suturri) (aling-aling). Spiritual yang arahnya untuk menyingkap satir atau hijab ruang yang ada pada hati ,manusia yang  senantiasa menjadi penghalang dalam kita berhubungan dengan  Allah SWT.
“wa kasfil astaari ‘anil quluubi wa khusil ahwaalil qooimati wal mukaa syafaati wal asroori”  .( sarah Al-hikam

Sejarah Singkat Tentang Tarekat Satariyyah Secara Umum

Tarekat Syattariyah adalah aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke 15. Tarekat ini dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Abdullah asy-Syattar.

Awalnya tarekat ini lebih dikenal di Iran dan Transoksania (Asia Tengah) dengan nama Isyqiyah. Sedangkan di wilayah Turki Usmani, tarekat ini disebut Bistamiyah.
Kedua nama ini diturunkan dari nama Abu Yazid al-Isyqi, yang dianggap sebagai tokoh utamanya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya Tarekat Syattariyah tidak menganggap dirinya sebagai cabang dari persatuan sufi mana pun. Tarekat ini dianggap sebagai suatu tarekat tersendiri yang memiliki karakteristik-karakteristik tersendiri dalam keyakinan dan praktik.

tanggal